Capping dan Laminating dalam Permasalahan pembuatan tablet
- 2023-05-09 18:26:34

Hallo sobat Belajar Obat. dalam mengerjakan soal ujian UKAI (Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia) atau ujian masuk apoteker, pasti kalian pernah bertemu dengan tipe soal menanyakan tentang permasalahan dalam pembuatan sediaan tablet, seperti misalnya Sticking, Laminating, Capping dan lain sebagainya.
Untuk artikel kali ini, kita akan membahas tentang Capping dan Laminating dulu ya, buat kalian yang mau UKAI dan Test Masuk PSPA jangan sampai kalian lewatkan ya.
Defenisi
Sobat belajar obat, yang dimaksud Capping adalah kondisi pelepasan atau pemisahan bagian atas atau bawah tablet yang terkompresi dari badan utama tablet. Hal ini dapat terjadi selama pengeluaran dari cetakan tablet (die) atau selama operasi berikutnya, seperti misalnya pelapisan, pengemasan, atau pengiriman. Sementara Laminasi adalah suatu kondisi terjadinya retak melintang dan pemisahan tablet menjadi dua atau lebih lapisan.
Penyebab terjadinya kerusakan tablet Capping dan Laminasi :
Ada cukup banyak penyebab mengapa hal ini bis teradi sobat belajar obat, beberapa diantaranya adalah :
- Adanya udara di dalam granul yaitu, pengurangan udara yang tidak memadai dari granul di rongga die sebelum dan selama kompresi.
- Terdapat terlalu banyak granul.
- Penggunaan tekanan yang terlalu tinggi pada tahap pemadatan.
- Penggunaan punch dan die yang sudah lama
- Penggunaan granul yang terlalu kering atau granul dengan kadar air yang sangat rendah (menyebabkan hilangnya tahapan pengikatan yang tepat).
- Granul yang tidak cukup kering atau granul yang tidak benar-benar kering.
- Adanya bahan pelumas yang berlebihan.
- Tegangan yang diinduksi karena menempelnya compact ke dinding die atau komponen punch.
Bagaimana solusi untuk permasalahan tablet capping dan laminating selama pembuatan tablet?
- Gunakan dies runcing (dies yang meruncing ke arah atas die untuk memungkinkan udara keluar).
- Ubah prosedur granulasi.
- Hilangkan beberapa atau semua fines melalui ayakan 100 hingga 200 mesh.
- Kurangi kecepatan pada proses pemadatan.
- Gunakan pra-kompresi sebelum kompresi utama.
- Tingkatkan konsentrasi bahan pengikat, atau ubah jenis bahan pengikat dalam granul.
- Gunakan die yang dilapisi dengan baja yang tahan atau die yang khusus
- Membersihkan punch dan die dengan benar atau ganti keduanya
- Pertahankan kelembaban granul yang sesuai
- Tambahkan zat higroskopis misalnya sorbitol, metilselulosa, atau PEG 4000.
- Sesuaikan level bahan pelumas.
- Semprotkan bahan pelumas ke dalam rongga punch dan die segera sebelum die filling dan dikarenakan langsung melapisi permukaan alat (tahapan terakhir ini memerlukan modifikasi dari tablet press).
Oke begitu teman teman terkait Capping dan Laminating, semoga bermanfaat.